Kamis, 03 Juli 2014

Untuk Pemilu Damai,
Akpar Majapahit Buat Kue Capres

HIRUK-PIKUK kegiatan kampanye calon presiden (capres) selama sebulan penuh, yang dimulai sejak 9 Juni hingga 9 Juli 2014 mendatang, telah menginspirasi Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit untuk membuat “kue capres”.



Rencana membuat kue capres ini merupakan ide orisinil dari Akpar Majapahit, yang ingin menampilkan produk kuliner unik, menarik dan berbeda dari biasanya, dengan memotret fonemona yang saat ini menjadi isu hangat di tengah masyarakat, yakni hajatan lima tahunan berupa pemilihan presiden (pilpres) 2014.



Pembuatan kue capres ini dimotori chef Simon Marga (Dosen Pastry) Akpar Majapahit dengan dibantu asisten chef Jiurike Alvionita (Jiu) dan Febe Ayu Sutejo (Veve). Mereka bertiga kompak menyiapkan spoon cake (bahan dasar pembuatan kue itu) sejak Kamis (12/6). Sedangkan bahan lain berupa butter cream, plastic icing dan print wajah Capres 1 (Prabowo) dan Capres 2 (Jokowi) sudah tersedia di Dapur Pastry Akpar Majapahit pada hari H, Jumat (13/6).




Pekerjaan membuat spoon cake yang bahannya terdiri dari empat butir telur ditambah 120 gram gula pasir, 15 gram cake emulsion, 80 gram tepung kunci biru, 15 gram tepung maizena, 40 gram dan vanilla pasta disiapkan pada H-1, Kamis (12/6).


Setelah spoon cakenya sudah siap, pada hari H-nya,chef Simon Marga dengan dibantu dua asistennya, bahu membahu membuat  kue capres. Cara pembuatannya, bahan dasar ditaruh di loyang ukuran 40 x 60 cm.

Selanjutnya spoon cake diratakan dan diberi pewarna merah putih sebagai background yang mencerminkan warna bendera kebangsaan Indonesia. Setelah itu disiapkan butter cream yang berfungsi untuk lem, sebelum dilakukan proses menghias kue dengan plastic icing.

Proses menghias print  wajah capres 1 (Prabowo) dan capres 2 (Jokowi) --dalam satu loyang-- dengan plastic icing perlu keahlian tersendiri agar tampilan kue capres yang dibikin timbul tersebut bisa semirip mungkin dengan wajah aslinya. Pekerjaan membuat kue capres ini sejak persiapan hingga selesai menghias print wajah capres butuh waktu sekitar tiga jam.


”Selain itu, kedua tokoh yang akan bertarung untuk menjadi RI-1 periode 2014-2019 itu sengaja kami sandingkan dalam satu wadah. Ini kami maksudkan bahwa siapapun yang jadi presidennya nanti, Indonesia tetap damai,” kata Jiurike, sambil menunjukkan hasil kreasinya di dapur pastry Akpar Majapahit, Sabtu (14/6).


Di mata Ketua Yayasan Eka Prasetya Mandirim Ir Juwono Saroso, ide cerdas staf pengajar Akpar Majapahit dan asistennya yang terinspirasi dari hajatan kampanye pilpres 2014 ini langsung mendapat apresiasi dari pihak yayasan sebagai pengelola Akpar Majapahit.

Semua bahan, sarana dan prasarana di kampus disiapkan untuk merealisasikan pembuatan kue capres yang dinilainya sebagai original idea dari civitas akademika Akpar Majapahit khususnyan dosen pastry.

”Sebagai insan pariwisata, tuntutan harus selalu inovatif dengan membuat sesuatu yang unik dan menarik seperti membuat kue capres ini merupakan keniscayaan. Tentu saja yayasan akan mendukung sepenuhnya setiap lahir gagasan orisinil dari kalangan dosen maupun mahasiswa,” terang Juwono.

Bagi Akpar Majapahit, tujuan pembuatan kue capres ini bahwa kalangan akademik ingin menyukseskan pemilu damai. Jadi siapapun presidennya nanti, seluruh elemen masyarakat harus mendukungnya karena presiden yang terpilih itu adalah pilihan rakyat.

Dengan mengapresiasikan ide brilian ini berupa kue capres, pihaknya ingin Akpar Majapahit semakin dikenal luas oleh masyarakat, bahwa lembaga pendidikan tinggi ini mampu membuat apapun, sekalipun hanya produk kuliner. ”Itu artinya bahwa produk kuliner tidak hanya bisa dimakan (dikonsumsi), melainkan juga bisa dinikmati bersama karena produk kuliner itu lahir dari gagasan irisinil Akpar Majapahit,” pungkasnya.(ahn)
12.20 Tristar Culinary Institute
Untuk Pemilu Damai,
Akpar Majapahit Buat Kue Capres

HIRUK-PIKUK kegiatan kampanye calon presiden (capres) selama sebulan penuh, yang dimulai sejak 9 Juni hingga 9 Juli 2014 mendatang, telah menginspirasi Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit untuk membuat “kue capres”.



Rencana membuat kue capres ini merupakan ide orisinil dari Akpar Majapahit, yang ingin menampilkan produk kuliner unik, menarik dan berbeda dari biasanya, dengan memotret fonemona yang saat ini menjadi isu hangat di tengah masyarakat, yakni hajatan lima tahunan berupa pemilihan presiden (pilpres) 2014.



Pembuatan kue capres ini dimotori chef Simon Marga (Dosen Pastry) Akpar Majapahit dengan dibantu asisten chef Jiurike Alvionita (Jiu) dan Febe Ayu Sutejo (Veve). Mereka bertiga kompak menyiapkan spoon cake (bahan dasar pembuatan kue itu) sejak Kamis (12/6). Sedangkan bahan lain berupa butter cream, plastic icing dan print wajah Capres 1 (Prabowo) dan Capres 2 (Jokowi) sudah tersedia di Dapur Pastry Akpar Majapahit pada hari H, Jumat (13/6).




Pekerjaan membuat spoon cake yang bahannya terdiri dari empat butir telur ditambah 120 gram gula pasir, 15 gram cake emulsion, 80 gram tepung kunci biru, 15 gram tepung maizena, 40 gram dan vanilla pasta disiapkan pada H-1, Kamis (12/6).


Setelah spoon cakenya sudah siap, pada hari H-nya,chef Simon Marga dengan dibantu dua asistennya, bahu membahu membuat  kue capres. Cara pembuatannya, bahan dasar ditaruh di loyang ukuran 40 x 60 cm.

Selanjutnya spoon cake diratakan dan diberi pewarna merah putih sebagai background yang mencerminkan warna bendera kebangsaan Indonesia. Setelah itu disiapkan butter cream yang berfungsi untuk lem, sebelum dilakukan proses menghias kue dengan plastic icing.

Proses menghias print  wajah capres 1 (Prabowo) dan capres 2 (Jokowi) --dalam satu loyang-- dengan plastic icing perlu keahlian tersendiri agar tampilan kue capres yang dibikin timbul tersebut bisa semirip mungkin dengan wajah aslinya. Pekerjaan membuat kue capres ini sejak persiapan hingga selesai menghias print wajah capres butuh waktu sekitar tiga jam.


”Selain itu, kedua tokoh yang akan bertarung untuk menjadi RI-1 periode 2014-2019 itu sengaja kami sandingkan dalam satu wadah. Ini kami maksudkan bahwa siapapun yang jadi presidennya nanti, Indonesia tetap damai,” kata Jiurike, sambil menunjukkan hasil kreasinya di dapur pastry Akpar Majapahit, Sabtu (14/6).


Di mata Ketua Yayasan Eka Prasetya Mandirim Ir Juwono Saroso, ide cerdas staf pengajar Akpar Majapahit dan asistennya yang terinspirasi dari hajatan kampanye pilpres 2014 ini langsung mendapat apresiasi dari pihak yayasan sebagai pengelola Akpar Majapahit.

Semua bahan, sarana dan prasarana di kampus disiapkan untuk merealisasikan pembuatan kue capres yang dinilainya sebagai original idea dari civitas akademika Akpar Majapahit khususnyan dosen pastry.

”Sebagai insan pariwisata, tuntutan harus selalu inovatif dengan membuat sesuatu yang unik dan menarik seperti membuat kue capres ini merupakan keniscayaan. Tentu saja yayasan akan mendukung sepenuhnya setiap lahir gagasan orisinil dari kalangan dosen maupun mahasiswa,” terang Juwono.

Bagi Akpar Majapahit, tujuan pembuatan kue capres ini bahwa kalangan akademik ingin menyukseskan pemilu damai. Jadi siapapun presidennya nanti, seluruh elemen masyarakat harus mendukungnya karena presiden yang terpilih itu adalah pilihan rakyat.

Dengan mengapresiasikan ide brilian ini berupa kue capres, pihaknya ingin Akpar Majapahit semakin dikenal luas oleh masyarakat, bahwa lembaga pendidikan tinggi ini mampu membuat apapun, sekalipun hanya produk kuliner. ”Itu artinya bahwa produk kuliner tidak hanya bisa dimakan (dikonsumsi), melainkan juga bisa dinikmati bersama karena produk kuliner itu lahir dari gagasan irisinil Akpar Majapahit,” pungkasnya.(ahn)

Jumat, 09 Mei 2014


Akpar Majapahit Menuju Akreditasi  B

Untuk Prodi Perhotelan dan Pariwisata

UPAYA Yayasan Eka Prasetya Mandiri –pengelola Akpar Majapahit meningkatkan kualitas belajar mengajar mahasiswa sesuai amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi terus ditumbuhkembangkan, salah satunya adalah mengincar Akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) Ditjen Dikti Kemendiknas.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi swasta, akreditasi yang dipersyaratkan Ditjen Dikti merupakan keniscayaan yang harus dipenuhi (dari aspek legalitas) oleh pihak pengelolanya, demi menjaga nama baik dan kredibilitas lembaga tersebut di mata publik. Dua program studi DIII Akpar Majapahit yang diakredikasi adalah Perhotelan dan Pariwisata (Usaha Perjalanan Wisata).

Pada tanggal 26-28 Maret 2014, tim assessor BAN PT yang terdiri dari Dr Johanes Sulistyadi (Assessor BAN-PT) dan Dr Santi Palupi (Assessor BAN-PT) melakukan visitasi ke Prodi Pariwisata Akpar Majapahit, sedangkan tim satunya lain yakni Drs Maman Lukman (Assessor BAN-PT) dan Dr Diena Mutiara (Assessor BAN-PT) melaksanakan visitasi ke Prodi Perhotelan Akpar Majapahit 27-29 Maret 2014.

Kehadiran tim assessor BAN-PT ke kampus Akpar Majapahit disambut hangat segenap civitas akademika Akpar Majapahit, mulai Pembina Yayasan Eka Prasetya Mandiri Ir Juwono Saroso, Ketua Yayasan Evie Muliasari S.Si Apt, Direktur Akpar Majapahit Dr Sumani, SE, Msi, Ak, Asdir I Hedy W. Saleh SH, MBA, Msi.Par, Asdir II Otje Herman Wibowo Amd.Par, SE, Asdir III Mafthucha Dipl.Hot, SE, M.Par, para dosen dan mahasiswa.

Ditanya kesan dan pesannya seusai visitasi di Akpar Majapahit, Dr Diena Mutiara, assessor BAN-PT, yang juga UPH Jakarta, memberi apresiasi positif terhadap civitas akademika Akpar Majapahit, terutama semangat owner-nya yang luar biasa dalam meng-internasionalkan kampus yang dikelola nya.


“Jujur saya katakan bahwa kampus ini small is beauty. Kecil tapi indah. Untuk saat ini predikat itu layak disematkan kepada kampus yang berlokasi di Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya. Boleh dibilang unique,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya banyak memberikan masukan dan saran yang konstruktif kepada pihak yayasan dan menawarkan diri mengadakan studi banding di kampus UPH Jakarta, dimana dirinya mengajar di sana. Bahkan dia siap membina Akpar Majapahit menjadi lebih baik lagi di masa depan.

Kaprodi Perhotelan Akpar Majapahit R. Paulus Sutrisno, SST.Par yang mendampingi Dr Diena Mutiara menambahkan, tim assessor tertarik melihat laboratorium  untuk praktik perhotelan di lantai 4 saat tour the campus. Fasilitasnya lengkap, ada kamar standar hotel bintang 4, lab housekeeping, front office, counter bar, toilet dan lain-lain.

Tim assessor BAN-PT ini juga menyempatkan diri melihat perpustakaan yang nyaman, demikian juga kondisi lab pastry dan culinary dinilainya cukup memadai. Visitasi tim assessor BAN-PT itu bertepatan dengan ujian massal mahasiswa –ujian mistery box (mahasiswa tidak tahu bahan apa yang dimasak).

Bahan mentah itu disediakan dosen dan baru diberitahukan kepada mahasiswa lima menit sebelum ujian. Untuk ini mahasiswa harus bisa memaksimalkan bahan baku yang disediakan sebelum diolah menjadi masakan yang siap saji. “Kalau saya melihat antusiasme anak-anak berkreasi saat mengikuti ujian massal, sungguh luar biasa. Amazing....,” puji Dr Diena Mutiara sambil tersenyum kepada mahasiswa.

Tidak hanya Dr Diena yang menawarkan studi banding, Dr Johanes Sulistyadi, Drs Maman Lukman dan Dr Santi Palupi pun menawarkan hal senada. Assessor BAN-PT yang juga dosen di STP Sahid Jakarta ini mengajak Ir Juwono Saroso melakukan studi banding ke STP Sahid dan jaringan Hotel Sahid Group, meskipun Hotel Sahid dengan STP Sahid terpisah secara manajemen.

Drs Maman Lukman menawarkan ratusan buku koleksi perpustakaan STP Bandung mulai hospitality, jurnal ilmiah, seminar dan sebagainya untuk digandakan demi kemajuan Akpar Majapahit. Hal ini disampaikan kepada Asdir III Akpar Majapahit Mafthucha Dipl.Hot, SE, Mpar., yang sudah dikenal lama sebagai dosen dan assessor BAN-PT.

Di mata Maman Lukman, keberadaan Akpar Majapahit dengan industry pariwisata sudah link & match karena kurikulum pendidikan yang disajikan kepada mahasiswa sudah ditunjang dengan fasilitas praktik di setiap perkuliahan dinilainya cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan SDM yang profesional dalam industry pariwisata dan perhotelan.

Pembina Yayasan Eka Prasetya Mandiri Ir Juwono Saroso mengatakan, visitasi tim assessor BAN-PT ke kampus Akpar Majapahit merupakan sejarah tersendiri bagi kampus yang masih dibilang ank bawang. Namun pihaknya terus termotivasi untuk menjadikan kampus ini lebih baik dan tumbuh kembang menjadi yang terbaik di Jatim bahkan di Indonesia.

“Kehadiran tim assessor BAN-PT kali pertama untuk mengakreditasi dua program studi (prodi) Perhotelan dan Usaha Perjalanan Wisata Akpar Majapahit, kami harapkan jadi stimulan karena sejak semula kami mengincar akreditasi B untuk kedua prodi tersebut,” kata Ir Juwono Saroso di dampingi Hendrik Adrianus, Kahumas Akpar Majapahit di kantornya, kemarin.

Nah, sebagai masukan konstruktif bagi penyempurnaan lembaga pendidikan ini semakin memicu dan memacu pihak pengelola Akpar Majapahit terus berbenah, mulai penyempurnaan metode (silabus) pendidikan, kompetensi dosen, aspek manajemen dalam pengelolaan perguruan tinggi (PT).

“Penambahan fasilitas belajar mengajar dan penunjangnya yang mengacu pada Standar Pendidikan Manajemen Internal (SPMI) dari Ditjen Dikti atau memakai standar BAN-PT hingga masalah sertifikasi dosen (serdos) demi memenuhi amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, juga tidak luput untuk kami sempurnakan,” pungkasnya.

Sekedar informasi, sampai sekarang ini, Akpar Majapahit memiliki 40 dosen tetap, puluhan dosen tidak tetap dan 400-an mahasiswa. Kampus  A beralamatkan di Jl Raya Jemusari No. 244, sedangkan Kampus B berlokasi di Jl Kaliwaron No. 58-60 Surabaya. (ahn)
13.34 Tristar Culinary Institute

Akpar Majapahit Menuju Akreditasi  B

Untuk Prodi Perhotelan dan Pariwisata

UPAYA Yayasan Eka Prasetya Mandiri –pengelola Akpar Majapahit meningkatkan kualitas belajar mengajar mahasiswa sesuai amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi terus ditumbuhkembangkan, salah satunya adalah mengincar Akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) Ditjen Dikti Kemendiknas.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi swasta, akreditasi yang dipersyaratkan Ditjen Dikti merupakan keniscayaan yang harus dipenuhi (dari aspek legalitas) oleh pihak pengelolanya, demi menjaga nama baik dan kredibilitas lembaga tersebut di mata publik. Dua program studi DIII Akpar Majapahit yang diakredikasi adalah Perhotelan dan Pariwisata (Usaha Perjalanan Wisata).

Pada tanggal 26-28 Maret 2014, tim assessor BAN PT yang terdiri dari Dr Johanes Sulistyadi (Assessor BAN-PT) dan Dr Santi Palupi (Assessor BAN-PT) melakukan visitasi ke Prodi Pariwisata Akpar Majapahit, sedangkan tim satunya lain yakni Drs Maman Lukman (Assessor BAN-PT) dan Dr Diena Mutiara (Assessor BAN-PT) melaksanakan visitasi ke Prodi Perhotelan Akpar Majapahit 27-29 Maret 2014.

Kehadiran tim assessor BAN-PT ke kampus Akpar Majapahit disambut hangat segenap civitas akademika Akpar Majapahit, mulai Pembina Yayasan Eka Prasetya Mandiri Ir Juwono Saroso, Ketua Yayasan Evie Muliasari S.Si Apt, Direktur Akpar Majapahit Dr Sumani, SE, Msi, Ak, Asdir I Hedy W. Saleh SH, MBA, Msi.Par, Asdir II Otje Herman Wibowo Amd.Par, SE, Asdir III Mafthucha Dipl.Hot, SE, M.Par, para dosen dan mahasiswa.

Ditanya kesan dan pesannya seusai visitasi di Akpar Majapahit, Dr Diena Mutiara, assessor BAN-PT, yang juga UPH Jakarta, memberi apresiasi positif terhadap civitas akademika Akpar Majapahit, terutama semangat owner-nya yang luar biasa dalam meng-internasionalkan kampus yang dikelola nya.


“Jujur saya katakan bahwa kampus ini small is beauty. Kecil tapi indah. Untuk saat ini predikat itu layak disematkan kepada kampus yang berlokasi di Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya. Boleh dibilang unique,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya banyak memberikan masukan dan saran yang konstruktif kepada pihak yayasan dan menawarkan diri mengadakan studi banding di kampus UPH Jakarta, dimana dirinya mengajar di sana. Bahkan dia siap membina Akpar Majapahit menjadi lebih baik lagi di masa depan.

Kaprodi Perhotelan Akpar Majapahit R. Paulus Sutrisno, SST.Par yang mendampingi Dr Diena Mutiara menambahkan, tim assessor tertarik melihat laboratorium  untuk praktik perhotelan di lantai 4 saat tour the campus. Fasilitasnya lengkap, ada kamar standar hotel bintang 4, lab housekeeping, front office, counter bar, toilet dan lain-lain.

Tim assessor BAN-PT ini juga menyempatkan diri melihat perpustakaan yang nyaman, demikian juga kondisi lab pastry dan culinary dinilainya cukup memadai. Visitasi tim assessor BAN-PT itu bertepatan dengan ujian massal mahasiswa –ujian mistery box (mahasiswa tidak tahu bahan apa yang dimasak).

Bahan mentah itu disediakan dosen dan baru diberitahukan kepada mahasiswa lima menit sebelum ujian. Untuk ini mahasiswa harus bisa memaksimalkan bahan baku yang disediakan sebelum diolah menjadi masakan yang siap saji. “Kalau saya melihat antusiasme anak-anak berkreasi saat mengikuti ujian massal, sungguh luar biasa. Amazing....,” puji Dr Diena Mutiara sambil tersenyum kepada mahasiswa.

Tidak hanya Dr Diena yang menawarkan studi banding, Dr Johanes Sulistyadi, Drs Maman Lukman dan Dr Santi Palupi pun menawarkan hal senada. Assessor BAN-PT yang juga dosen di STP Sahid Jakarta ini mengajak Ir Juwono Saroso melakukan studi banding ke STP Sahid dan jaringan Hotel Sahid Group, meskipun Hotel Sahid dengan STP Sahid terpisah secara manajemen.

Drs Maman Lukman menawarkan ratusan buku koleksi perpustakaan STP Bandung mulai hospitality, jurnal ilmiah, seminar dan sebagainya untuk digandakan demi kemajuan Akpar Majapahit. Hal ini disampaikan kepada Asdir III Akpar Majapahit Mafthucha Dipl.Hot, SE, Mpar., yang sudah dikenal lama sebagai dosen dan assessor BAN-PT.

Di mata Maman Lukman, keberadaan Akpar Majapahit dengan industry pariwisata sudah link & match karena kurikulum pendidikan yang disajikan kepada mahasiswa sudah ditunjang dengan fasilitas praktik di setiap perkuliahan dinilainya cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan SDM yang profesional dalam industry pariwisata dan perhotelan.

Pembina Yayasan Eka Prasetya Mandiri Ir Juwono Saroso mengatakan, visitasi tim assessor BAN-PT ke kampus Akpar Majapahit merupakan sejarah tersendiri bagi kampus yang masih dibilang ank bawang. Namun pihaknya terus termotivasi untuk menjadikan kampus ini lebih baik dan tumbuh kembang menjadi yang terbaik di Jatim bahkan di Indonesia.

“Kehadiran tim assessor BAN-PT kali pertama untuk mengakreditasi dua program studi (prodi) Perhotelan dan Usaha Perjalanan Wisata Akpar Majapahit, kami harapkan jadi stimulan karena sejak semula kami mengincar akreditasi B untuk kedua prodi tersebut,” kata Ir Juwono Saroso di dampingi Hendrik Adrianus, Kahumas Akpar Majapahit di kantornya, kemarin.

Nah, sebagai masukan konstruktif bagi penyempurnaan lembaga pendidikan ini semakin memicu dan memacu pihak pengelola Akpar Majapahit terus berbenah, mulai penyempurnaan metode (silabus) pendidikan, kompetensi dosen, aspek manajemen dalam pengelolaan perguruan tinggi (PT).

“Penambahan fasilitas belajar mengajar dan penunjangnya yang mengacu pada Standar Pendidikan Manajemen Internal (SPMI) dari Ditjen Dikti atau memakai standar BAN-PT hingga masalah sertifikasi dosen (serdos) demi memenuhi amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, juga tidak luput untuk kami sempurnakan,” pungkasnya.

Sekedar informasi, sampai sekarang ini, Akpar Majapahit memiliki 40 dosen tetap, puluhan dosen tidak tetap dan 400-an mahasiswa. Kampus  A beralamatkan di Jl Raya Jemusari No. 244, sedangkan Kampus B berlokasi di Jl Kaliwaron No. 58-60 Surabaya. (ahn)

Selasa, 25 Maret 2014



Semarak Peringati Valentine Day, 14 Februari 2014

          ADA yang istimewa pada peringatan Valentine Day di Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit, 14 Februari 2014. Jika biasanya kegiatan dipusatkan di kampus, kali ini segenap jajaran Akpar Majapahit baik owner, dosen dan asisten dosen, karyawan dan mahasiswa turun gunung untuk mengekspresikan makna cinta kasih pada peringatan Valentine Day.


          Hakikat cinta kasih itu diwujudkan Akpar Majapahit  dengan mengunjungi Kebun Binatang Surabaya (KBS). Warga Surabaya umumnya sudah tahu bagaimana berita KBS  –yang juga disebut Surabaya Zoo— akhir-akhir ini yang cukup memprihatinkan, seperti satwa banyak yang sakit bahkan mati karena dimakan usia dan penyakit.

          Nah, sebagai bentuk kepedulian lembaga pendidikan tinggi yang fokus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di bidang kuliner, pastry, perhotelan dan tour & travel ini, maka perayaan Valentine Day kali ini dipusatkan di KBS. 

Info Kuliah di Akpar Majapahit
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.

          ”Selain membagikan bunga kepada pengurus KBS, karyawan, zoo keeper (penjaga kandang) dan pengunjung KBS, 21 orang dari perwakilan Akpar Majaphit, termasuk owner Ir Yuwono Saroso dan istrinya Evi Muliasari, sejak H-1 ramai-ramai menyiapkan kue tart berukuran jumbo, cup cake dan pakan satwa seperti mentimun, wortel, jagung, dan aneka sayuran yang lainnya.Untuk membuat dan menghias kue tart dan cup cake, mereka harus melekan (nglembur hingga malam hari) di kampus,” terang Hendrik Adrianus, Humas Akpar Majapahit di kantornya, Selasa (18/2/2014).

          Khusus kue tart ukurannya dibuat jumbo (diameter sekitar satu meter) karena kue tart ini akan diberikan kepada pengurus dan karyawan KBS termasuk zoo keeper. Kue tart itu dihias dengan tema KBS. Sementara itu untuk cup cake sendiri, dibuat dan dihias dengan gambar aneka satwa yang ada di KBS. Puluhan cup cake kreasi Akpar Majapahit itu dibagikan kepada pengunjung KBS. Pembuatan cup cake H-1 ini untuk menjaga agar kue yang dibuat dan dihias tetap segar dan enak dimakan.


Info Kuliah di Akpar Majapahit
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.

          ”Kue tart, cup cake dan bunga yang kami bagikan kepada pengurus, karyawan, zoo keeper dan pengunjung KBS ini merupakan bentuk cinta kasih Akpar Majapahit kepada KBS yang merupakan salah satu icon kebanggaan kota Surabaya. Kami juga berterima kasih kepada karyawan dan zoo keeper yang telaten merawat ratusan satwa di KBS,” kata Hendrik, yang dipercaya sebagai team leader pada puncak peringatan Valentine Day 2014 Akpar Majapahit.

          Selain membagikan cup cake kepada pengunjung, tim dari Akpar Majapahit juga memberikan bunga tanda cinta kasih kepada karyawan dan zoo keeper KBS.  Tak ketinggalan, owner Akpar Majapahit Ir Juwono Saroso secara simbolis juga memberi makan unta dan gajah di KBS dengan buah dan sayur.

Info Kuliah di Akpar Majapahit
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.

          ”Wow… keren, kami bisa berakrab-akrab dengan unta dan gajah di KBS. Ini betul-betul hari yang luar biasa, meskipun pada saat itu Surabaya juga terkena imbas hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Kelud,” kata Juwono di dampingi Evi Muliasari, istri tercinta di sela-sela acara tersebut.

          Selain menghelat acara Valentine Day di KBS, mahasiswa Akpar Majapahit juga meramaikan Drama Valentine di Naomi Café pada 12 Februari 2014. Rangkaian acara itu terkait acara menyambut Valentine Day sekaligus meramaikan grand launching Naomi Resto, yang dibuka di kawasan Tenggilis Mejoyo. Drama Valentine dan juggling performance  ini pesertanya sebagian besar adalah kru bartending dari Hizteria Street pimpinan Yuda Agustian.

Info Kuliah di Akpar Majapahit
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.

          ”Tema juggling tersebut menitikberatkan pada drama Valentine yang dikombinasikan teknis juggling dengan api. Makanya, aksi para master juggling ini diliput oleh sembilan kru TV nasional. Pokoknya acara tersebut kami bikin seru dan semeriah mungkin agar memberi kesan mendalam bagi para tamu dan undangan yang hadir malam itu,” pungkas Hendrik Adrianus. So, kita tunggu saja acara spektakuler yang lainnya. Bravo Akpar Majapahit. (ahn)






06.19 Tristar Culinary Institute


Semarak Peringati Valentine Day, 14 Februari 2014

          ADA yang istimewa pada peringatan Valentine Day di Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit, 14 Februari 2014. Jika biasanya kegiatan dipusatkan di kampus, kali ini segenap jajaran Akpar Majapahit baik owner, dosen dan asisten dosen, karyawan dan mahasiswa turun gunung untuk mengekspresikan makna cinta kasih pada peringatan Valentine Day.


          Hakikat cinta kasih itu diwujudkan Akpar Majapahit  dengan mengunjungi Kebun Binatang Surabaya (KBS). Warga Surabaya umumnya sudah tahu bagaimana berita KBS  –yang juga disebut Surabaya Zoo— akhir-akhir ini yang cukup memprihatinkan, seperti satwa banyak yang sakit bahkan mati karena dimakan usia dan penyakit.

          Nah, sebagai bentuk kepedulian lembaga pendidikan tinggi yang fokus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di bidang kuliner, pastry, perhotelan dan tour & travel ini, maka perayaan Valentine Day kali ini dipusatkan di KBS. 

Info Kuliah di Akpar Majapahit
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.

          ”Selain membagikan bunga kepada pengurus KBS, karyawan, zoo keeper (penjaga kandang) dan pengunjung KBS, 21 orang dari perwakilan Akpar Majaphit, termasuk owner Ir Yuwono Saroso dan istrinya Evi Muliasari, sejak H-1 ramai-ramai menyiapkan kue tart berukuran jumbo, cup cake dan pakan satwa seperti mentimun, wortel, jagung, dan aneka sayuran yang lainnya.Untuk membuat dan menghias kue tart dan cup cake, mereka harus melekan (nglembur hingga malam hari) di kampus,” terang Hendrik Adrianus, Humas Akpar Majapahit di kantornya, Selasa (18/2/2014).

          Khusus kue tart ukurannya dibuat jumbo (diameter sekitar satu meter) karena kue tart ini akan diberikan kepada pengurus dan karyawan KBS termasuk zoo keeper. Kue tart itu dihias dengan tema KBS. Sementara itu untuk cup cake sendiri, dibuat dan dihias dengan gambar aneka satwa yang ada di KBS. Puluhan cup cake kreasi Akpar Majapahit itu dibagikan kepada pengunjung KBS. Pembuatan cup cake H-1 ini untuk menjaga agar kue yang dibuat dan dihias tetap segar dan enak dimakan.


Info Kuliah di Akpar Majapahit
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.

          ”Kue tart, cup cake dan bunga yang kami bagikan kepada pengurus, karyawan, zoo keeper dan pengunjung KBS ini merupakan bentuk cinta kasih Akpar Majapahit kepada KBS yang merupakan salah satu icon kebanggaan kota Surabaya. Kami juga berterima kasih kepada karyawan dan zoo keeper yang telaten merawat ratusan satwa di KBS,” kata Hendrik, yang dipercaya sebagai team leader pada puncak peringatan Valentine Day 2014 Akpar Majapahit.

          Selain membagikan cup cake kepada pengunjung, tim dari Akpar Majapahit juga memberikan bunga tanda cinta kasih kepada karyawan dan zoo keeper KBS.  Tak ketinggalan, owner Akpar Majapahit Ir Juwono Saroso secara simbolis juga memberi makan unta dan gajah di KBS dengan buah dan sayur.

Info Kuliah di Akpar Majapahit
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.

          ”Wow… keren, kami bisa berakrab-akrab dengan unta dan gajah di KBS. Ini betul-betul hari yang luar biasa, meskipun pada saat itu Surabaya juga terkena imbas hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Kelud,” kata Juwono di dampingi Evi Muliasari, istri tercinta di sela-sela acara tersebut.

          Selain menghelat acara Valentine Day di KBS, mahasiswa Akpar Majapahit juga meramaikan Drama Valentine di Naomi Café pada 12 Februari 2014. Rangkaian acara itu terkait acara menyambut Valentine Day sekaligus meramaikan grand launching Naomi Resto, yang dibuka di kawasan Tenggilis Mejoyo. Drama Valentine dan juggling performance  ini pesertanya sebagian besar adalah kru bartending dari Hizteria Street pimpinan Yuda Agustian.

Info Kuliah di Akpar Majapahit
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.

          ”Tema juggling tersebut menitikberatkan pada drama Valentine yang dikombinasikan teknis juggling dengan api. Makanya, aksi para master juggling ini diliput oleh sembilan kru TV nasional. Pokoknya acara tersebut kami bikin seru dan semeriah mungkin agar memberi kesan mendalam bagi para tamu dan undangan yang hadir malam itu,” pungkas Hendrik Adrianus. So, kita tunggu saja acara spektakuler yang lainnya. Bravo Akpar Majapahit. (ahn)