Senin, 09 Februari 2015



Profesi sebagai chef ataupun pebisnis kuliner kini semakin menjanjikan prospek yang cerah. Secara tidak langsung acara reality show kuliner terbukti berhasil mendongkrak minat para pelajar untuk menempuh pendidikan di sekolah kuliner. Apakah anda salah satu dari sekian yang memiliki passion untuk terjun di dunia kuliner? Sekolah International Culinary Business dapat menjadi langkah awal mewujudkannya. 

Sekolah  'International Culinary Business' sebagai lembaga pendidikan terkemuka di Surabaya membuka kesempatan untuk  mencetak sarjana yang disiapkan menjadi calon entrepreneur andal di bidang kuliner. Sehingga fokus pada inovasi, kreativitas dan kemampuan wirausaha demi menciptakan peluang bisnis kuliner. 


















Nah, karena fokusnya di bisnis kuliner maka dalam pengajarannya mengadopsi ilmu culinology yaitu perpaduan antara seni kuliner dan teknologi pangan. Di 'International Culinary Business', mahasiswa diperkaya dengan kemampuan dan ketrampilan di bidang kuliner, patiseri, dan culinology mulai dari basic knowledge arts dan manajemen, healthy product serta sesuatu yang lagi ngetren di dunia industri.
Menurut Ir. Juwono Saroso selaku Presdir Matoa Holding, “Harapan terbesar dari pendidikan ini bisa menghasilkan entrepreneur baru yang tak hanya terampil dan menguasai pengetahuan dibidang kuliner, tetapi juga jeli dalam melihat peluang bisnis dalam dunia kuliner” ungkapnya yang didampingi Chef Yuda saat ditemui di perkuliahan dengan materi membuat Tumpeng Nasi Kuning.
Kegiatan belajar mengajar praktik kuliner 'International Culinary Business' diadakan di ruang yang modern, nyaman, dilengkapi dengan peralatan yang memungkinkan setiap mahasiswa merasa nyaman selama proses belajar mengajar. *Upi



Untuk mengetahui tempat jurusan kuliner yang tepat buat kamu di Surabaya, silahkan hubungi :

S1 Education Program
“International Culinary Business”

IEU (Indonesian European University)
Surabaya || Jl. Raya Dukuh Kupang No. 157B

Graha Tristar || Jl. Raya Jemursari 244 Surabaya
Ph. 081233752227 – 081234506326
BB Pin. 2A1CE131 –53B4EFD8
www.kuliah-sambil-kerja.com
www.tristarculinaryinstitute.com
www.ieu.ac.id

02.28 Tristar Culinary Institute


Profesi sebagai chef ataupun pebisnis kuliner kini semakin menjanjikan prospek yang cerah. Secara tidak langsung acara reality show kuliner terbukti berhasil mendongkrak minat para pelajar untuk menempuh pendidikan di sekolah kuliner. Apakah anda salah satu dari sekian yang memiliki passion untuk terjun di dunia kuliner? Sekolah International Culinary Business dapat menjadi langkah awal mewujudkannya. 

Sekolah  'International Culinary Business' sebagai lembaga pendidikan terkemuka di Surabaya membuka kesempatan untuk  mencetak sarjana yang disiapkan menjadi calon entrepreneur andal di bidang kuliner. Sehingga fokus pada inovasi, kreativitas dan kemampuan wirausaha demi menciptakan peluang bisnis kuliner. 


















Nah, karena fokusnya di bisnis kuliner maka dalam pengajarannya mengadopsi ilmu culinology yaitu perpaduan antara seni kuliner dan teknologi pangan. Di 'International Culinary Business', mahasiswa diperkaya dengan kemampuan dan ketrampilan di bidang kuliner, patiseri, dan culinology mulai dari basic knowledge arts dan manajemen, healthy product serta sesuatu yang lagi ngetren di dunia industri.
Menurut Ir. Juwono Saroso selaku Presdir Matoa Holding, “Harapan terbesar dari pendidikan ini bisa menghasilkan entrepreneur baru yang tak hanya terampil dan menguasai pengetahuan dibidang kuliner, tetapi juga jeli dalam melihat peluang bisnis dalam dunia kuliner” ungkapnya yang didampingi Chef Yuda saat ditemui di perkuliahan dengan materi membuat Tumpeng Nasi Kuning.
Kegiatan belajar mengajar praktik kuliner 'International Culinary Business' diadakan di ruang yang modern, nyaman, dilengkapi dengan peralatan yang memungkinkan setiap mahasiswa merasa nyaman selama proses belajar mengajar. *Upi



Untuk mengetahui tempat jurusan kuliner yang tepat buat kamu di Surabaya, silahkan hubungi :

S1 Education Program
“International Culinary Business”

IEU (Indonesian European University)
Surabaya || Jl. Raya Dukuh Kupang No. 157B

Graha Tristar || Jl. Raya Jemursari 244 Surabaya
Ph. 081233752227 – 081234506326
BB Pin. 2A1CE131 –53B4EFD8
www.kuliah-sambil-kerja.com
www.tristarculinaryinstitute.com
www.ieu.ac.id

Sabtu, 07 Februari 2015


S1 International Culinary Business
Program Pendidikan S1 International Culinary Business Tristar IEU, adalah kolaborasi dari STIE - IEU yang merupakan Sekolah Bisnis Internasional pertama di Surabaya sejak tahun 1990 dengan Tristar Culinary Institute.

Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pengajaran agar mahasiswa memiliki Kompetensi dibidang Bisnis Kuliner. Sistem Pendidikan ini memadukan Ilmu Bisnis seperti Akuntansi, Manajemen, Marketing dll, Dengan Praktikum Pengolahan Produk Boga & Patiseri. Sehingga selain menguasai Ilmu Bisnis, mahasiswa juga Trampil dalam membuat Produk Makanan & berkreasi dibidang Kuliner.

Info Kuliah S1 Culinary Business:
Anggit Krismahani
081234506326
PIN BB: 2A6A1F4E


IEU merupakan salah satu Universitas yang peduli terhadap masa depan mahasiswanya, dengan memakai bahasa Inggris sebagai pengantar dan sebagian dosen dan mahasiswa IEU adalah Expatriat. Sistem Pengajaran yang tidak monoton, dan Fasilitas yang lengkap seperti laboratorium Perbankan, lab bahasa, lab simulasi international bisnis, lab komputer, perpustakaan, auditorium, sarana olahraga, sarana wifi zone dll.


Tristar IEU adalah kombinasi pembelajaran yang seimbang, antara Ilmu Manajemen dan praktikum di laboratorium kuliner & patiseri selama 3 tahun. Fasilitas dapur Bintang 5, lengkap dengan peralatan memasak baik sekala rumah tanga maupun sekala industri. Sistem Pembelajaran Praktek Individual, Group, dan Kitchen Team dengan tujuan untuk mengembangkan potensi secara individual dan menyatukannya dalam Team Work yang baik sehingga menghasilkan entrepreneur entrepreneur muda di bidang Food and Beverage.
Info Kuliah S1 Culinary Business:
Anggit Krismahani
081234506326
PIN BB: 2A6A1F4E


Wira Usaha juga diajarkan pada saat kuliah sehingga apa yang didapat di bangku kuliah, bisa diterapkan dalam Dunia Bisnis yang sesungguhnya. Kampus menyediakan sarana pembelajaran Wira Usaha berupa Unit Usaha antara lain: Tristar Kitchen Cafe & Resto, Hizteria Resto, Matoa Catering Service, Celcius Bakery, dll.


Bagi anda yang berminat kuliah S1 Culinary Business, bisa mendaftar di:
Marketing Tristar Institute

Anggit Krismahani
081234506326
PIN BB: 2A6A1F4E

Hendrik Adrianus SE
081233752227
PIN BB; 2A1CE131

Gedung IEU
Jln. Raya Dukuh Kupang 157B
Surabaya.
22.22 Tristar Culinary Institute

S1 International Culinary Business
Program Pendidikan S1 International Culinary Business Tristar IEU, adalah kolaborasi dari STIE - IEU yang merupakan Sekolah Bisnis Internasional pertama di Surabaya sejak tahun 1990 dengan Tristar Culinary Institute.

Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pengajaran agar mahasiswa memiliki Kompetensi dibidang Bisnis Kuliner. Sistem Pendidikan ini memadukan Ilmu Bisnis seperti Akuntansi, Manajemen, Marketing dll, Dengan Praktikum Pengolahan Produk Boga & Patiseri. Sehingga selain menguasai Ilmu Bisnis, mahasiswa juga Trampil dalam membuat Produk Makanan & berkreasi dibidang Kuliner.

Info Kuliah S1 Culinary Business:
Anggit Krismahani
081234506326
PIN BB: 2A6A1F4E


IEU merupakan salah satu Universitas yang peduli terhadap masa depan mahasiswanya, dengan memakai bahasa Inggris sebagai pengantar dan sebagian dosen dan mahasiswa IEU adalah Expatriat. Sistem Pengajaran yang tidak monoton, dan Fasilitas yang lengkap seperti laboratorium Perbankan, lab bahasa, lab simulasi international bisnis, lab komputer, perpustakaan, auditorium, sarana olahraga, sarana wifi zone dll.


Tristar IEU adalah kombinasi pembelajaran yang seimbang, antara Ilmu Manajemen dan praktikum di laboratorium kuliner & patiseri selama 3 tahun. Fasilitas dapur Bintang 5, lengkap dengan peralatan memasak baik sekala rumah tanga maupun sekala industri. Sistem Pembelajaran Praktek Individual, Group, dan Kitchen Team dengan tujuan untuk mengembangkan potensi secara individual dan menyatukannya dalam Team Work yang baik sehingga menghasilkan entrepreneur entrepreneur muda di bidang Food and Beverage.
Info Kuliah S1 Culinary Business:
Anggit Krismahani
081234506326
PIN BB: 2A6A1F4E


Wira Usaha juga diajarkan pada saat kuliah sehingga apa yang didapat di bangku kuliah, bisa diterapkan dalam Dunia Bisnis yang sesungguhnya. Kampus menyediakan sarana pembelajaran Wira Usaha berupa Unit Usaha antara lain: Tristar Kitchen Cafe & Resto, Hizteria Resto, Matoa Catering Service, Celcius Bakery, dll.


Bagi anda yang berminat kuliah S1 Culinary Business, bisa mendaftar di:
Marketing Tristar Institute

Anggit Krismahani
081234506326
PIN BB: 2A6A1F4E

Hendrik Adrianus SE
081233752227
PIN BB; 2A1CE131

Gedung IEU
Jln. Raya Dukuh Kupang 157B
Surabaya.

Kamis, 15 Januari 2015

Tentang Pie & Tartlet, Satu Adonan Beda Bentuk

Fruit Tartlet
Cheese Pie Mixberry



















Konon kue ini ditemukan sejak jaman Romawi. Catatan resep pembuatan kue pie pertama kali ditulis dan didokumentasikan oleh seorang tokoh Romawi Marcus Gavius Apicus. Tidak terlacak apakah Marcus ini adalah seorang juru masak hebat, politisi atau filusuf di era Romawi. Yang pasti resep pertamanya memuat berbagai jenis pie yang ditulis dengan rinci dan dikaitkan dengan tradisi pie tertentu untuk disajikan pada seremoni hari-hari besar.
Seiring dengan perkembangan dunia kuliner, lambat laun kulit pie diciptakan sedemikian. Berkat keunikan citarasanya, pie pun akhirnya menyebar ke suluruh penjuru Eropa termasuk Inggris. Awalnya, pie dibuat dalam ukuran besar yang disajikan sebagai hidangan utama dengan isian daging, dan kini isian pie pun menjadi beragam dengan rasa gurih atau manis. Begitu juga dengan tartlet, bahan kulitnya dibuat dari adonan yang sama seperti pie namun bentuk ukurannya lebih kecil alias mini-mini. 


Yuk, ketahui cara membuat kulit pie atau tartlet sendiri ? Pie atau Tartlet termasuk jenis pastry yang cara membuatnya cukup mudah, bahkan jauh lebih praktis bila Anda paham akan resepnya terlebih dahulu.

Kulit Tartlet
Resep Kulit Pie / Tartlet

Bahan:
  • 200 gram  Tepung terigu protein sedang 
  • 50 gram  Gula halus 
  • 1/2 sendok teh  Garam 
  • 70 gram  Mentega 
  • 1 butir  Telur ayam 


Cara Membuat:
  1. Campur tepung terigu, gula , garam, mentega/margarin, dan telur, aduk hingga tercampur rata. Simpan dalam lemari es 15 menit.
  2. Giling adonan setebal 1/2 cm, lalu cetak dalam cetakan pai (sesuai selera) yang telah dioles margarin.
  3. Tusuk-tusuk dengan garpu, lalu panggang dalam oven dengan api bawah suhu 170 C selama 20 menit hingga matang, angkat. 


Intip Petunjuk Praktis Membuat Kulit Pie atau Tartlet:

Cetakan Pie & Tartlet
Untuk membuat kulit pie atau tartlet yang enak, salah satunya pilihan bahannya harus tepat. Nah sebelum membuatnya, apa saja yang musti diperhatikan:
  1. Baca dan pelajari resep secara cermat sebelum mulai membuatnya.
  2. Siapkan semua peralatan yang digunakan seperti timbangan, cetakan pie atau tartlet, oven, dll, sesuai petunjuk resep. Untuk cetakan harus dioles dengan margarin terlebih dahulu.
  3. Timbanglah bahan dengan tepat dan pastikan setiap bahan yang dibutuhkan dalam resep terukur sesuai resep.
  4. Siapkan oven, lalu panaskan minimal 15 menit sebelum adonan dipanggang.
  5. Jika mengaduk adonan dengan tangan, jangan terlalu lama agar adonan tidak matang karena terkena suhu panas badan. Untuk memudahkan saat pengadukan gunakan sendok kayu atau dua buah pisau. Kini untuk praktisnya bisa menggunakan pisau khusus yaitu pastry cutter.
  6. Jika adonan sudah merata dan licin, diamkan beberapa saat dalam suhu dingin agar semua bahan menyatu dan mudah dipipihkan (simpan dalam lemari es selama 15 menit).
  7. Pipihkan adonan dengan rolling pin (gilingan kayu) dengan ketebalan sesuai resep atau sesuai selera. Setelah itu letakkan diloyang / cetakan sambil ditekan-tekan hingga agak padat.
  8. Kulit pie atau tartlet yang sedang dipanggang dalam oven seringkali menggelembung permukaannya. Untuk mencegahnya, sebelum dipanggang tusuk-tusuk permukaan kulit pai dengan garpu, lalu lapisi dengan kertas roti dan beri pemberat seperti kacang-kacangan atau beras. *Upi



Kampus Akademi Pariwisata Majapahit

Kampus Mojokerto | Jl. Raya Jabon KM 07, Mojokerto
E-mail : akparmajapahit@gmail.com

Graha Tristar | Jl. Raya Jemursari 244, Surabaya 
Tel. (031) 8480821-22. 8433224-25. 8410109
Hp. 081233752227, 081234506326
Blackberry PIN : 2A1CE131 ; 2A6A1F4E
Fax. (031) 8432050
www.majapahit.org / www.matoa.info

16.22 Tristar Culinary Institute
Tentang Pie & Tartlet, Satu Adonan Beda Bentuk

Fruit Tartlet
Cheese Pie Mixberry



















Konon kue ini ditemukan sejak jaman Romawi. Catatan resep pembuatan kue pie pertama kali ditulis dan didokumentasikan oleh seorang tokoh Romawi Marcus Gavius Apicus. Tidak terlacak apakah Marcus ini adalah seorang juru masak hebat, politisi atau filusuf di era Romawi. Yang pasti resep pertamanya memuat berbagai jenis pie yang ditulis dengan rinci dan dikaitkan dengan tradisi pie tertentu untuk disajikan pada seremoni hari-hari besar.
Seiring dengan perkembangan dunia kuliner, lambat laun kulit pie diciptakan sedemikian. Berkat keunikan citarasanya, pie pun akhirnya menyebar ke suluruh penjuru Eropa termasuk Inggris. Awalnya, pie dibuat dalam ukuran besar yang disajikan sebagai hidangan utama dengan isian daging, dan kini isian pie pun menjadi beragam dengan rasa gurih atau manis. Begitu juga dengan tartlet, bahan kulitnya dibuat dari adonan yang sama seperti pie namun bentuk ukurannya lebih kecil alias mini-mini. 


Yuk, ketahui cara membuat kulit pie atau tartlet sendiri ? Pie atau Tartlet termasuk jenis pastry yang cara membuatnya cukup mudah, bahkan jauh lebih praktis bila Anda paham akan resepnya terlebih dahulu.

Kulit Tartlet
Resep Kulit Pie / Tartlet

Bahan:
  • 200 gram  Tepung terigu protein sedang 
  • 50 gram  Gula halus 
  • 1/2 sendok teh  Garam 
  • 70 gram  Mentega 
  • 1 butir  Telur ayam 


Cara Membuat:
  1. Campur tepung terigu, gula , garam, mentega/margarin, dan telur, aduk hingga tercampur rata. Simpan dalam lemari es 15 menit.
  2. Giling adonan setebal 1/2 cm, lalu cetak dalam cetakan pai (sesuai selera) yang telah dioles margarin.
  3. Tusuk-tusuk dengan garpu, lalu panggang dalam oven dengan api bawah suhu 170 C selama 20 menit hingga matang, angkat. 


Intip Petunjuk Praktis Membuat Kulit Pie atau Tartlet:

Cetakan Pie & Tartlet
Untuk membuat kulit pie atau tartlet yang enak, salah satunya pilihan bahannya harus tepat. Nah sebelum membuatnya, apa saja yang musti diperhatikan:
  1. Baca dan pelajari resep secara cermat sebelum mulai membuatnya.
  2. Siapkan semua peralatan yang digunakan seperti timbangan, cetakan pie atau tartlet, oven, dll, sesuai petunjuk resep. Untuk cetakan harus dioles dengan margarin terlebih dahulu.
  3. Timbanglah bahan dengan tepat dan pastikan setiap bahan yang dibutuhkan dalam resep terukur sesuai resep.
  4. Siapkan oven, lalu panaskan minimal 15 menit sebelum adonan dipanggang.
  5. Jika mengaduk adonan dengan tangan, jangan terlalu lama agar adonan tidak matang karena terkena suhu panas badan. Untuk memudahkan saat pengadukan gunakan sendok kayu atau dua buah pisau. Kini untuk praktisnya bisa menggunakan pisau khusus yaitu pastry cutter.
  6. Jika adonan sudah merata dan licin, diamkan beberapa saat dalam suhu dingin agar semua bahan menyatu dan mudah dipipihkan (simpan dalam lemari es selama 15 menit).
  7. Pipihkan adonan dengan rolling pin (gilingan kayu) dengan ketebalan sesuai resep atau sesuai selera. Setelah itu letakkan diloyang / cetakan sambil ditekan-tekan hingga agak padat.
  8. Kulit pie atau tartlet yang sedang dipanggang dalam oven seringkali menggelembung permukaannya. Untuk mencegahnya, sebelum dipanggang tusuk-tusuk permukaan kulit pai dengan garpu, lalu lapisi dengan kertas roti dan beri pemberat seperti kacang-kacangan atau beras. *Upi



Kampus Akademi Pariwisata Majapahit

Kampus Mojokerto | Jl. Raya Jabon KM 07, Mojokerto
E-mail : akparmajapahit@gmail.com

Graha Tristar | Jl. Raya Jemursari 244, Surabaya 
Tel. (031) 8480821-22. 8433224-25. 8410109
Hp. 081233752227, 081234506326
Blackberry PIN : 2A1CE131 ; 2A6A1F4E
Fax. (031) 8432050
www.majapahit.org / www.matoa.info

Kamis, 11 Desember 2014


Dari Jurusan Kuliner (Part-2)
Di jurusan ini para mahasiswa sibuk mengolah kreasi masakan yang bertemakan hidangan nusantara (Indonesia) dihari pertama dan masakan Chinese dihari kedua. Untuk kreasi masakan Indonesia, mahasiswa membuat sajian dari berbagai daerah, sedangkan masakan Chinese bertemakan bumbu Szechuan dengan berbagai olahan. 


Tongseng Kambing Solo
Ø  Tongseng Kambing Solo (Kreasi: Fridson Syailendra & Thirza Angelina Asianti)
Menyebut sajian masakan Tongseng, yang terkenal adalah makanan khas daerah Solo. Tongseng adalah sejenis gulai dengan citarasa bumbu yang lebih pekat. Tongseng dibuat dengan menggunakan daging yang masih melekat pada tulang, terutama tulang iga dan tulang belakang. Pada umumnya menggunakan daging kambing, meskipun ada pula tongseng daging sapi dan kerbau. Sebagai tambahan, ke dalam kuah kental dimasukkan sayuran seperti kol. Untuk bumbu tumis yang digunakan terdiri dari campuran bawang putih, kecap, dan merica. Biasanya tongseng disajikan bersamaan dengan sate kambing.
Fridson Syailendra & Thirza Angelina Asianti



















Sate Serepeh Rembang
Ø  Sate Serepeh Rembang (Kreasi: Christine Kurnia Chandra & Stefani Regina)
Begitu banyak jenis sate yang kita kenal, dan hampir setiap daerah memiliki jenis sajian sate dengan sebutan khas nama daerahnya, misalnya sate Madura, sate Padang yang masing-masing memiliki ciri khas. Namun sudah pernah dengarkah yang namanya Sate Serepeh ? Sate khas kota Rembang (Jawa Tengah) ini agak sedikit berbeda dari sate ayam pada umumnya. Yang membedakan adalah citarasa bumbunya dibuat dengan menggunakan santan, gula merah dan bumbu kacang. Bumbu sate ini warnanya merah kecokelatan dengan rasa gurih dan pedas yang unik. Untuk penyajiannya, paling enak dinikmati bersama nasi dan sayur sambal goreng labu.
Christine Kurnia Chandra & Stefani Regina


















Dendeng Batako Padang
Ø  Dendeng Batako Padang (Kreasi: Nurul Mutmainnah & Muhammad Ibnu Shobirin)
Ciri khas masakan Padang satu ini adalah citarasa bumbunya yang pedas dan empuknya daging sapi begitu digigit. Agar daging tetap terjaga keempukannya, pemakaian daun salam cukup penting untuk menghilangkan bau amis yang melekat dari daging sapi, sementara garam untuk memberikan rasa gurih. Berikutnya, daging direndam bersama bumbu yang sudah dicampur menjadi satu setelah matang lalu digoreng.
Nah, untuk penyajiannya jika biasanya menggunakan sambal balado dengan warna cabe merahnya yang menantang kepedasaannya, di ujian ini Nurul dan Ibnu menyuguhkan dendeng Batako dengan sambal ijo yang sensasinya tak kalah rasa pedasnya.

Nurul Mutmainnah & Muhammad Ibnu Shobirin


















Elsa Anggraini & Andreas Prabu Maheswara


Ø  Pecel & Bacem Jawa Timur (Kreasi: Elsa Anggraini & Andreas Prabu Maheswara)
Berbicara tentang sajian pecel, makanan ini tak pernah surut akan penggemarnya dan makin berkembang sebagai warisan kuliner nusantara yang musti dilestarikan. Pecel adalah makanan yang menggunakan bumbu sambal kacang sebagai bahan utamanya yang dicampur dengan aneka jenis sayuran.
Dalam penyajian, biasanya pecel yang terdiri dari sayur yang direbus (kacang panjang, tauge panjang, dll) dan lauk dihidangkan dengan alas daun pisang atau pincuk. Tapi tidak bagi dua mahasiswa ini, Elsa dan Prabu menata nasi pecel sedemikian rupa agar makanan ini makin enak dipandang. Penyajian secara berlapis-lapis dengan siraman bumbu kacang diatasnya. Alangkah bertambah nikmat, sajian pecel ini disertai dengan lauk tempe dan ayam bacem yang rasanya manis gurih.  


Nasi Pecel




Tempe & Ayam Bacem













Sweet & Spicy Chicken Kebab

Ø  Sweet & Spicy Chicken Kebab (Kreasi: Juwita Endah Wijayawati & Eben Ezer Sinulingga)
Mungkin kita sering mendengar makanan bernama kebab. Sebutan kebab ini hidangan daging yang masak dengan cara dipanggang dan ditusuk. Masakan ini bisa disajikan dengan beragam saus, untuk paduannya bisa berasa pedas manis.
Juwita Endah Wijayawati & Eben Ezer Sinulingga



















Szechuan Shrimp
Ø  Szechuan Shrimp (Kreasi: Muhammad Khalid & Zaphenath P. Elsa)
Hidangan Szechuan ini terkenal rasanya pedas mengigit karena didominasi oleh cabe merah Szehuan dan merica ternyata banyak penyukanya. Dimasak dengan udang, citarasa bumbu Szechuan makin terasa mantap. Yang perlu diperhatikan juga adalah penyajiannya dan jangan lupa taburan wijen sangrai untuk menambah aroma.
Muhammad Khalid & Zaphenath P. Elsa
















Prawn With Szechuan Style Sauce


Ø  Prawn With Szechuan Style Sauce (Kreasi: Diah Ratna Mutiarani & Kevin Junior)
Sajian oriental dengan citarasa bumbu Szechuan yang dikenal memiliki rasa pedas ini sangat cocok untuk lidah orang Asia. Bumbu ini cocok dimasak dengan beragam bahan makanan. Dalam masakan ini, perpaduan gurihnya udang besar dan perasan jeruk lemon sangat menambah kesegaran citarasanya. *Upi

Diah Ratna Mutiarani & Kevin Junior)






















 Info lebih lanjut hubungi atau datang di:
Ø  ‘Tristar Institute’ Serpong – Tangerang
Kompleks Ruko BSD sektor 7 Blok RL 31-32-33 Serpong – Tangerang
Telp 021-53151389  Fax 021-53155652

03.53 Tristar Culinary Institute

Dari Jurusan Kuliner (Part-2)
Di jurusan ini para mahasiswa sibuk mengolah kreasi masakan yang bertemakan hidangan nusantara (Indonesia) dihari pertama dan masakan Chinese dihari kedua. Untuk kreasi masakan Indonesia, mahasiswa membuat sajian dari berbagai daerah, sedangkan masakan Chinese bertemakan bumbu Szechuan dengan berbagai olahan. 


Tongseng Kambing Solo
Ø  Tongseng Kambing Solo (Kreasi: Fridson Syailendra & Thirza Angelina Asianti)
Menyebut sajian masakan Tongseng, yang terkenal adalah makanan khas daerah Solo. Tongseng adalah sejenis gulai dengan citarasa bumbu yang lebih pekat. Tongseng dibuat dengan menggunakan daging yang masih melekat pada tulang, terutama tulang iga dan tulang belakang. Pada umumnya menggunakan daging kambing, meskipun ada pula tongseng daging sapi dan kerbau. Sebagai tambahan, ke dalam kuah kental dimasukkan sayuran seperti kol. Untuk bumbu tumis yang digunakan terdiri dari campuran bawang putih, kecap, dan merica. Biasanya tongseng disajikan bersamaan dengan sate kambing.
Fridson Syailendra & Thirza Angelina Asianti



















Sate Serepeh Rembang
Ø  Sate Serepeh Rembang (Kreasi: Christine Kurnia Chandra & Stefani Regina)
Begitu banyak jenis sate yang kita kenal, dan hampir setiap daerah memiliki jenis sajian sate dengan sebutan khas nama daerahnya, misalnya sate Madura, sate Padang yang masing-masing memiliki ciri khas. Namun sudah pernah dengarkah yang namanya Sate Serepeh ? Sate khas kota Rembang (Jawa Tengah) ini agak sedikit berbeda dari sate ayam pada umumnya. Yang membedakan adalah citarasa bumbunya dibuat dengan menggunakan santan, gula merah dan bumbu kacang. Bumbu sate ini warnanya merah kecokelatan dengan rasa gurih dan pedas yang unik. Untuk penyajiannya, paling enak dinikmati bersama nasi dan sayur sambal goreng labu.
Christine Kurnia Chandra & Stefani Regina


















Dendeng Batako Padang
Ø  Dendeng Batako Padang (Kreasi: Nurul Mutmainnah & Muhammad Ibnu Shobirin)
Ciri khas masakan Padang satu ini adalah citarasa bumbunya yang pedas dan empuknya daging sapi begitu digigit. Agar daging tetap terjaga keempukannya, pemakaian daun salam cukup penting untuk menghilangkan bau amis yang melekat dari daging sapi, sementara garam untuk memberikan rasa gurih. Berikutnya, daging direndam bersama bumbu yang sudah dicampur menjadi satu setelah matang lalu digoreng.
Nah, untuk penyajiannya jika biasanya menggunakan sambal balado dengan warna cabe merahnya yang menantang kepedasaannya, di ujian ini Nurul dan Ibnu menyuguhkan dendeng Batako dengan sambal ijo yang sensasinya tak kalah rasa pedasnya.

Nurul Mutmainnah & Muhammad Ibnu Shobirin


















Elsa Anggraini & Andreas Prabu Maheswara


Ø  Pecel & Bacem Jawa Timur (Kreasi: Elsa Anggraini & Andreas Prabu Maheswara)
Berbicara tentang sajian pecel, makanan ini tak pernah surut akan penggemarnya dan makin berkembang sebagai warisan kuliner nusantara yang musti dilestarikan. Pecel adalah makanan yang menggunakan bumbu sambal kacang sebagai bahan utamanya yang dicampur dengan aneka jenis sayuran.
Dalam penyajian, biasanya pecel yang terdiri dari sayur yang direbus (kacang panjang, tauge panjang, dll) dan lauk dihidangkan dengan alas daun pisang atau pincuk. Tapi tidak bagi dua mahasiswa ini, Elsa dan Prabu menata nasi pecel sedemikian rupa agar makanan ini makin enak dipandang. Penyajian secara berlapis-lapis dengan siraman bumbu kacang diatasnya. Alangkah bertambah nikmat, sajian pecel ini disertai dengan lauk tempe dan ayam bacem yang rasanya manis gurih.  


Nasi Pecel




Tempe & Ayam Bacem













Sweet & Spicy Chicken Kebab

Ø  Sweet & Spicy Chicken Kebab (Kreasi: Juwita Endah Wijayawati & Eben Ezer Sinulingga)
Mungkin kita sering mendengar makanan bernama kebab. Sebutan kebab ini hidangan daging yang masak dengan cara dipanggang dan ditusuk. Masakan ini bisa disajikan dengan beragam saus, untuk paduannya bisa berasa pedas manis.
Juwita Endah Wijayawati & Eben Ezer Sinulingga



















Szechuan Shrimp
Ø  Szechuan Shrimp (Kreasi: Muhammad Khalid & Zaphenath P. Elsa)
Hidangan Szechuan ini terkenal rasanya pedas mengigit karena didominasi oleh cabe merah Szehuan dan merica ternyata banyak penyukanya. Dimasak dengan udang, citarasa bumbu Szechuan makin terasa mantap. Yang perlu diperhatikan juga adalah penyajiannya dan jangan lupa taburan wijen sangrai untuk menambah aroma.
Muhammad Khalid & Zaphenath P. Elsa
















Prawn With Szechuan Style Sauce


Ø  Prawn With Szechuan Style Sauce (Kreasi: Diah Ratna Mutiarani & Kevin Junior)
Sajian oriental dengan citarasa bumbu Szechuan yang dikenal memiliki rasa pedas ini sangat cocok untuk lidah orang Asia. Bumbu ini cocok dimasak dengan beragam bahan makanan. Dalam masakan ini, perpaduan gurihnya udang besar dan perasan jeruk lemon sangat menambah kesegaran citarasanya. *Upi

Diah Ratna Mutiarani & Kevin Junior)






















 Info lebih lanjut hubungi atau datang di:
Ø  ‘Tristar Institute’ Serpong – Tangerang
Kompleks Ruko BSD sektor 7 Blok RL 31-32-33 Serpong – Tangerang
Telp 021-53151389  Fax 021-53155652

Kamis, 03 Juli 2014

Untuk Pemilu Damai,
Akpar Majapahit Buat Kue Capres

HIRUK-PIKUK kegiatan kampanye calon presiden (capres) selama sebulan penuh, yang dimulai sejak 9 Juni hingga 9 Juli 2014 mendatang, telah menginspirasi Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit untuk membuat “kue capres”.



Rencana membuat kue capres ini merupakan ide orisinil dari Akpar Majapahit, yang ingin menampilkan produk kuliner unik, menarik dan berbeda dari biasanya, dengan memotret fonemona yang saat ini menjadi isu hangat di tengah masyarakat, yakni hajatan lima tahunan berupa pemilihan presiden (pilpres) 2014.



Pembuatan kue capres ini dimotori chef Simon Marga (Dosen Pastry) Akpar Majapahit dengan dibantu asisten chef Jiurike Alvionita (Jiu) dan Febe Ayu Sutejo (Veve). Mereka bertiga kompak menyiapkan spoon cake (bahan dasar pembuatan kue itu) sejak Kamis (12/6). Sedangkan bahan lain berupa butter cream, plastic icing dan print wajah Capres 1 (Prabowo) dan Capres 2 (Jokowi) sudah tersedia di Dapur Pastry Akpar Majapahit pada hari H, Jumat (13/6).




Pekerjaan membuat spoon cake yang bahannya terdiri dari empat butir telur ditambah 120 gram gula pasir, 15 gram cake emulsion, 80 gram tepung kunci biru, 15 gram tepung maizena, 40 gram dan vanilla pasta disiapkan pada H-1, Kamis (12/6).


Setelah spoon cakenya sudah siap, pada hari H-nya,chef Simon Marga dengan dibantu dua asistennya, bahu membahu membuat  kue capres. Cara pembuatannya, bahan dasar ditaruh di loyang ukuran 40 x 60 cm.

Selanjutnya spoon cake diratakan dan diberi pewarna merah putih sebagai background yang mencerminkan warna bendera kebangsaan Indonesia. Setelah itu disiapkan butter cream yang berfungsi untuk lem, sebelum dilakukan proses menghias kue dengan plastic icing.

Proses menghias print  wajah capres 1 (Prabowo) dan capres 2 (Jokowi) --dalam satu loyang-- dengan plastic icing perlu keahlian tersendiri agar tampilan kue capres yang dibikin timbul tersebut bisa semirip mungkin dengan wajah aslinya. Pekerjaan membuat kue capres ini sejak persiapan hingga selesai menghias print wajah capres butuh waktu sekitar tiga jam.


”Selain itu, kedua tokoh yang akan bertarung untuk menjadi RI-1 periode 2014-2019 itu sengaja kami sandingkan dalam satu wadah. Ini kami maksudkan bahwa siapapun yang jadi presidennya nanti, Indonesia tetap damai,” kata Jiurike, sambil menunjukkan hasil kreasinya di dapur pastry Akpar Majapahit, Sabtu (14/6).


Di mata Ketua Yayasan Eka Prasetya Mandirim Ir Juwono Saroso, ide cerdas staf pengajar Akpar Majapahit dan asistennya yang terinspirasi dari hajatan kampanye pilpres 2014 ini langsung mendapat apresiasi dari pihak yayasan sebagai pengelola Akpar Majapahit.

Semua bahan, sarana dan prasarana di kampus disiapkan untuk merealisasikan pembuatan kue capres yang dinilainya sebagai original idea dari civitas akademika Akpar Majapahit khususnyan dosen pastry.

”Sebagai insan pariwisata, tuntutan harus selalu inovatif dengan membuat sesuatu yang unik dan menarik seperti membuat kue capres ini merupakan keniscayaan. Tentu saja yayasan akan mendukung sepenuhnya setiap lahir gagasan orisinil dari kalangan dosen maupun mahasiswa,” terang Juwono.

Bagi Akpar Majapahit, tujuan pembuatan kue capres ini bahwa kalangan akademik ingin menyukseskan pemilu damai. Jadi siapapun presidennya nanti, seluruh elemen masyarakat harus mendukungnya karena presiden yang terpilih itu adalah pilihan rakyat.

Dengan mengapresiasikan ide brilian ini berupa kue capres, pihaknya ingin Akpar Majapahit semakin dikenal luas oleh masyarakat, bahwa lembaga pendidikan tinggi ini mampu membuat apapun, sekalipun hanya produk kuliner. ”Itu artinya bahwa produk kuliner tidak hanya bisa dimakan (dikonsumsi), melainkan juga bisa dinikmati bersama karena produk kuliner itu lahir dari gagasan irisinil Akpar Majapahit,” pungkasnya.(ahn)
12.20 Tristar Culinary Institute
Untuk Pemilu Damai,
Akpar Majapahit Buat Kue Capres

HIRUK-PIKUK kegiatan kampanye calon presiden (capres) selama sebulan penuh, yang dimulai sejak 9 Juni hingga 9 Juli 2014 mendatang, telah menginspirasi Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit untuk membuat “kue capres”.



Rencana membuat kue capres ini merupakan ide orisinil dari Akpar Majapahit, yang ingin menampilkan produk kuliner unik, menarik dan berbeda dari biasanya, dengan memotret fonemona yang saat ini menjadi isu hangat di tengah masyarakat, yakni hajatan lima tahunan berupa pemilihan presiden (pilpres) 2014.



Pembuatan kue capres ini dimotori chef Simon Marga (Dosen Pastry) Akpar Majapahit dengan dibantu asisten chef Jiurike Alvionita (Jiu) dan Febe Ayu Sutejo (Veve). Mereka bertiga kompak menyiapkan spoon cake (bahan dasar pembuatan kue itu) sejak Kamis (12/6). Sedangkan bahan lain berupa butter cream, plastic icing dan print wajah Capres 1 (Prabowo) dan Capres 2 (Jokowi) sudah tersedia di Dapur Pastry Akpar Majapahit pada hari H, Jumat (13/6).




Pekerjaan membuat spoon cake yang bahannya terdiri dari empat butir telur ditambah 120 gram gula pasir, 15 gram cake emulsion, 80 gram tepung kunci biru, 15 gram tepung maizena, 40 gram dan vanilla pasta disiapkan pada H-1, Kamis (12/6).


Setelah spoon cakenya sudah siap, pada hari H-nya,chef Simon Marga dengan dibantu dua asistennya, bahu membahu membuat  kue capres. Cara pembuatannya, bahan dasar ditaruh di loyang ukuran 40 x 60 cm.

Selanjutnya spoon cake diratakan dan diberi pewarna merah putih sebagai background yang mencerminkan warna bendera kebangsaan Indonesia. Setelah itu disiapkan butter cream yang berfungsi untuk lem, sebelum dilakukan proses menghias kue dengan plastic icing.

Proses menghias print  wajah capres 1 (Prabowo) dan capres 2 (Jokowi) --dalam satu loyang-- dengan plastic icing perlu keahlian tersendiri agar tampilan kue capres yang dibikin timbul tersebut bisa semirip mungkin dengan wajah aslinya. Pekerjaan membuat kue capres ini sejak persiapan hingga selesai menghias print wajah capres butuh waktu sekitar tiga jam.


”Selain itu, kedua tokoh yang akan bertarung untuk menjadi RI-1 periode 2014-2019 itu sengaja kami sandingkan dalam satu wadah. Ini kami maksudkan bahwa siapapun yang jadi presidennya nanti, Indonesia tetap damai,” kata Jiurike, sambil menunjukkan hasil kreasinya di dapur pastry Akpar Majapahit, Sabtu (14/6).


Di mata Ketua Yayasan Eka Prasetya Mandirim Ir Juwono Saroso, ide cerdas staf pengajar Akpar Majapahit dan asistennya yang terinspirasi dari hajatan kampanye pilpres 2014 ini langsung mendapat apresiasi dari pihak yayasan sebagai pengelola Akpar Majapahit.

Semua bahan, sarana dan prasarana di kampus disiapkan untuk merealisasikan pembuatan kue capres yang dinilainya sebagai original idea dari civitas akademika Akpar Majapahit khususnyan dosen pastry.

”Sebagai insan pariwisata, tuntutan harus selalu inovatif dengan membuat sesuatu yang unik dan menarik seperti membuat kue capres ini merupakan keniscayaan. Tentu saja yayasan akan mendukung sepenuhnya setiap lahir gagasan orisinil dari kalangan dosen maupun mahasiswa,” terang Juwono.

Bagi Akpar Majapahit, tujuan pembuatan kue capres ini bahwa kalangan akademik ingin menyukseskan pemilu damai. Jadi siapapun presidennya nanti, seluruh elemen masyarakat harus mendukungnya karena presiden yang terpilih itu adalah pilihan rakyat.

Dengan mengapresiasikan ide brilian ini berupa kue capres, pihaknya ingin Akpar Majapahit semakin dikenal luas oleh masyarakat, bahwa lembaga pendidikan tinggi ini mampu membuat apapun, sekalipun hanya produk kuliner. ”Itu artinya bahwa produk kuliner tidak hanya bisa dimakan (dikonsumsi), melainkan juga bisa dinikmati bersama karena produk kuliner itu lahir dari gagasan irisinil Akpar Majapahit,” pungkasnya.(ahn)